PERIODE PRENATAL



PERIODE PRENATAL
B. PEMBAHASAN
1. Kosepsi awalkehidupan
Periode prenatal atau masa sebelum lahir adalah periode awal perkembangan manusia yang di mulai sejak konsepsi, Yakni ketika ovum wanita dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan waktu kelahiran seorang individu.Masa ini pada umumnya berlangsung selama 9 bulan kalender atau sekitar 280 hari sebelum lahir di lihat dari segi waktunya, Periode prenatal ini merupakan periode perkembangan manusia paling singkat.[1]Tetapi justru inilah di pandang terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri individu.
Permulaan proses kehidupan dalam prenatal dimulai dengan bersatunya sel kelamin pria (spermatozoon, kalau banyak disebut spermatozoa) dengan sel kelamin perempuan (telur atau ovum, kalau banyak disebut ova). Hasil persatuan dua sel kelamin tersebut disebut zigot, mempunyai 23 pasang kromoson (pembawa sifat keturunan) yang berasal dari spermatozoon 23 kromoson, dan dari ovum juga 23 kromoson.
Jauh sebelum adanya perhatian dan pengakuan dari kalangan psikolog barat.Terhadap perkembangan individu pada masa prenatal ini. Psikolog timur, Terutama psikolog islam telah lebih dulu menempatkan masa prenatal ini sebagai periode awal perkembangan individu.[2]Selama masa prenatal ini individu tidak hanya mengalami perkembangan fisik melainkan sekaligua mengalami perkembangan psikologis.Sekarang ini para ahli psikologi perkembangan menyakinibahwa kehidupan manusia berawal dari sel sperma laki-laki dan sel telur wanita.Pada saat itu sel sperma laki-laki bergabung dengan sel telur wanita (ovum) dan menghasilkan satu bentuk sel yang telah terbuyang di sebut zigot. Yang dalam psikologis islam di sebut Nutpah yaitu air mani.QS Al-Nahl:04
خَلَقَ الإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ ﴿٤﴾
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (04)[3]
Dengan demikian dapat di pahami bahwa sel-sel sperma pria dan sel-sel telur (ovum) wanita pada dasarya memiliki daya hidup atau energi kehidupan yang dalam psikologi islam di sebut hayat. Karena adanya daya tahan hidup ini pula lah yang membuat janin dalam kandungan dapat menjadi individu baru.QS.Al mu’minun:12-14
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ ﴿١٢﴾ ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ ﴿١٣﴾ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ ﴿١٤﴾
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.(12) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).(13) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.(14)[4]
Semua ini memuat anggapan yang menyatakan bahwa perkembangan dan kehidupan manusia di mulai dari masa prenatal yakni sejak terjadinya pembuahan sel telur (ovum) Wanita oleh oleh sel sperma laki-laki dan bentuknya zigot.
Beberapa kelainan ataupun penyakit yang bersifat keturunan atau kelainan kromoson antara lain, Polidaktili, Thalasemia, Albinisme, Kretinisme, Brakhidaktili, Sindroma Turner, Sindroma Klinefelter, Pria yang mempunyai kelebihan kromoson Y, Sindroma Tripel X, Trisoma Autosom.
Periode sejak pembuahan sampai zigot tertanam di dalam dinding rahim, disebut periode zigot, sedangkan masa kandungan akhir minggu kedua sampai akhir bulan ke dua disebut periode zigot.Periode terakhir dalam prenatal disebut periode janin, terjadi pada akhir bulan kedua sampai lahir.
Perbedaan utama antara sel reproduksi wanita dan pria :
a.       di dalam telur yang matang,terdapat 23 kromosom yang berpasangan,sedangkan di dalam spermatozoon,terdapat 22 kromosom yang berpasangan dan satu kromosom yang  tidak berpasangan,yang mungkin berbentuk kromosom x atau kromosom y.[5]
b.      terjadi pada tahapan-tahapan persiapan sebelum terjadinya pembuahan
Pada pertengahan tahun 1970 muncul kesadaran bahwa mengetahui segala kejadian pada masa prenatal sangat penting untuk dapat memahami secara utuh pola perkembangan yang normal.Bahkan belakangan ini penelitian ilmiah telah menunjukkan fakta bahwa terdapat sejumlah pola perkembangan penting yang terjadi pada periode prenatal.
Prenatal ini bukan saja merupakan periode khusus dalam rentang hidup manusia tetapi merupakan periode yang sangat menentukan.Adapun ciri-ciri periode pranatal antara lain:
a.sifat-sifat bawaan dan jenis kelamin individu sudah ditentukan sejak konsepsi, dan berfungsi sebagai dasar bagi perkembangan selanjutnya.
b.Baik buruknya perkembnagan sifat bawaan[6], tergantung kondisi ibu yang mengandung. Tiga, Banyak bahaya, baik fisik maupun psikis yang dapat mempengaruhi pola perkembangan selanjutnya.
Pada wanita terdapat tiga tahapan ;  kematangan, ovulasi, pembuahan. Sedang pada pria terdapat dua tahapan sebelum terjadinya pembuahan ;kematangan dan pembuahan.
          a.    Kematangan
Kematangan atau maturation, adalah saat dimana sel telur wanita yang diproduksi oleh ovary sudah cukup matang dan siap dibuahi oleh sperma laki-laki. Dalam keadaan seperti ini, bila terjadi peristiwa konsepsi, maka kromosom yang terdapat pada sel telur dan sperma akan lebur menjadi satu, dan terbentuklah zygote yang merupakan titik awal perkembangan janin dalam kandungan.
          b.    Ovulasi sel reproduksi wanita
Ovulasi  atau pelepasan adalah saat terlepasnya sel telur yang sudah masak dari tempatnya semula (ovary),[7] dan ini hanya terjadi pada waktu tertentu dari masa suci wanita (tidak dalam keadaan haid). Setelah ovum lepas dari ovary, melalui saluran tertentu ia akan bergerak menuju ke rongga kandungan.
          c.    Pembuahan
Pembuahan inilah yang dalam istilah lain dikenal sebagai peristiwa konsepsi. Konsepsi hanya akan terjadi ketika sel telur bertemu dan akhirnya bercampur dengan sperma laki-laki. Sperma yang sehat hanya mampu bertahan hidup selama 24-36 jam sebelum berhasil membuahi sel telur.
2. Perkembangan masa prenatal
Perkembangan masa prenatalatau prakelahiran umumnya dibagi menjadi ke dalam tiga tahap periode utama yaitu :
a.       Periode Germinal
Periode awal atau germinal adalah periode perkembangan prenatal atau prakelahiran yang berlangsung pada dua minggu pertama setelah pembuahan.Ini meliputi penciptaan zigot, dilanjutkan dengan pemecahan sel, dan melekatnya zigot ke dinding kandungan. Sekitar seminggu setelah pembuahan, zigot terdiri dari 100 hingga 150 sel. Pemisahan sel telah dimulai ketika lapisan dalam dan lapisan luar organisme terbentuk.
Blastocyst adalah lapisan dalam sel yang berkembang menjadi embrio.Trophoblast adalah lapisan luar sel yang berkembang selama periode germinal.Sel-sel ini kemudian menyediakan gizi dan dukungan bagi embrio.Implantantion yaitu melekatnya zigot pada dinding rahim atau kandungan, berlangsung kira-kira sepuluh hari setelah pembuahan.
Zigote yang sudah menjadi calon makhluk hidup mulai menempel pada dinding rahim. Proses menempel atau melekatnya zigot pada dinding rahim setelah masa konsepsi dinamakan implantasi.
Proses ini lebih diperjelas yaitu dimulai ketika sperma melakukan penetrasi terhadap sel telur dalam proses pembuahan yang normalnya terjadi akibat hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Kemudian  zygote terbentuk, dan bergerak ke bawah tubafalopi menuju rahim. Zygote ini merupakan sel tunggal dimana akan mengalami perkembangbiakan menjadi dua sel identik. [8]Sel-sel tersebut  berkembang terus menjadi jutaan sel. Proses perkembangan zygote di dalam rahim ini disebut blastosyst. Bagian luar blastosyst akan menjadi plasenta, sedangkan bagian dalam akan menjadi embrio.
Pada minggu kedua, placenta mulai terbentuk. Bagian dalam sel memadat dan berkembang menjadi tiga lapisan yang disebut piringan embrionik (embryonic disc), yaitu:
1) ectoderm, lapisan paling luar yang akan berkembang menjadi kulit janin,
2) endoderm, lapisan paling dalam yang bakal menjadi organ-organ internal, seperti sistem pernafasan, sistem pencernaan, pancreas atau organ internal lainnya,
3) mesoderm, lapisantengah yang berfungsi untuk memisahkan antara kulit dalam, otot-otot, tulang, sistem sirkulasi udara maupun pengeluaran lain (anus).
b.Periode Embrionis
Periode embrionis adalah periode perkembangan masa prenatal atau prakelahiran yang terjadi dari dua hingga delapan minggu setelah pembuahan.Selama periode embrionis, angka pemisahan sel meningkat, sistem dukungan bagi sel terbentuk, dan organ-organ mulai tampak.
Periode ini dimulai ketika zigot telah tertanam dengan baik pada dinding rahim.Dalam periode ini, system dan organ dasar bayi mulai terbentuk dari susunan sel. Masa ini dianggap sebagai masa yang kritis karena bentuk fisik yang saat itu berkembang pesat dapat terganggu oleh kondisi yang kurang baik.[9] Bila organism memperoleh perawatan intensif, maka ia akan berkembang menjadi individu yang normal, sehat fisik maupun psikis. Sebaliknya bila kurang memperoleh perhatian dengan baik, organism akan berkembang menjadi individu yang abnormal, baik fisik ataupun psikis
Endoderm embrio adalah lapisan dalam sel, yang berkembang menjadi sistem pencernaan dan pernafasan.Lapisan luar sel pecah menjadi dua bagian.Ectoderm adalah lapisan sistem luar yang menjadi sistem saraf, penerimaan sensor (telinga, hidung, mata, misalnya), dan bagian kulit (rambut dan kuku, misalnya). Mesoderm adalah lapisan tengah yang akan menjadi sistem peredaran, tulang, otot, sistem pembuangan, dan sistem reproduksi.
Ketika sistem ketiga lapisan ini terbentuk, sistem dukungan kehidupan bagi embrio matang dan berkembang dengan cepat.Sistem dukungan kehidupan ini meliputi ari-ari, tali pusar, dan amnion.Ari-ari adalah suatu sistem dukungan kehidupan yang terdiri dari sekelompok jaringan atau lapisan yang berbentuk disk atau piring yang didalamnya pembuluh darah ibu dan anak mengait tetapi tidak menyatu.Tali pusar adalah suatu sistem dukungan kehidupan yang mengandung pembuluh nadi dan datu pembuluh vena, yang menghubungkan bayi dan ari-ari.Amnion adalah suatu keranjang atau amplop yang berisi cairan bening yang didalamnya embrio yang sedang berkembang mengapung. Jika kita mengikuti perkembangan embrio, kita akan menemukan setelah empat minggu, proses differensiasi mulai terjadi dimana sekelompok sel di dalam embrio mengubah dirinya menjadi bentuk organ tertentu yang lebih besar.
c. Periode fetal
Periode fetal adalah periode perkembangan masa prenatal atau prakelahiran yang mulai dua bulan setelah pembuahan dan pada umumnya berlangsung selama tujuh bulan.Pertumbuhan dan perkembangan melanjutkan rangkaian dramatisnya selama periode ini.Tiga bulan setelah pembuahan, panjang janin kira-kira tiga inci dan beratnya satu ons.Janin semakin aktif, menggerakkan tangan dan kakinya, membuka dan menutup mulutnya, dan menggerakkan kepalanya.[10]
Wajah, dahi, kelopak mata, hidung dan dagu dapat dibedakan, demikian juga lengan bagian atas, lengan bagian bawah, tangan, dan tungkai serta alat kemaluan dapat diidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan. Pada akhir bulan keempat, janin tumbuh hingga lima setengah inci dan bertanya hingg empat ons. Pada bagian ini, suatu percepatan pertumbuhan terjadi pada tubuh bagian bawah.Refleks prenatal atau prakelahiran semakin kuat; gerakan-gerakan lengan dan kakau dapar dirasakan untuk pertama kali oleh ibunya.
Pada akhir bulan kelima, panjang janin kira-kira sepuluh hingga dua belas inci dan bertanya setengah hingga satu pon.Struktur kulit sudah terbentuk, misalnya kuku jari kaki dan kuku jari tangan.Janin semakin aktif yang memperlihatkan keinginan suatu posisi tertentu di dalam kandungan.
Pada bulan akhir keenam, panjang janin kira-kira empat belas inci dan bertanya naik setengah hingga satu pon lagi.Mata dan kelopak mata benar-benar terbentuk, dan suatu lapisan rambut halus menutup kepala.Refleks menggenggam muncul, dan pernafasan yang belum beraturan terjadi.
Pada bulan akhir ketujuh, panjang janin empat belas hingga tujuh belas inci dan berat naik beberapa pon lagi hingga bertanya sekarang dua setengah hingga tiga pon.Selama bulan kedelapan dan kesembilan, janin bertumbuh lebih panjang dan naik lebih berat lagi, kira-kira delapan pon.Ketika lahir, rata-rata bayi amerika bertanya tujuh hingga tujuh setengah pon dan tingginya sekitar 20 inci.Pada dua bulan terakhir, lapisan atau jaringan lemak berkembang dan fungsi berbagai sistem organ seperti jantung dan ginjal berjalan.[11]
          3.Perkembangan Psikis Dan Agama
                                                              
a. Perkembangan Psikis
Secara psikologis, permulaan perkembangan dimulai pada waktu anak yang belum dilahirkan tersebut bereaksi terhadap rangsangan dari luar  Hal ini dapat ditunjukkan bahwa janin yang ada dalam kandungan pada sekitar bulan ketiga atau keempat setelah ditiupkan ruh_telah dapat mengadakan reaksi, mengadakan tingkah laku spontan atau tingkah laku berulang seperti menghisap ibu jari, getaran atau tendangan-tendangan yang kuat.
Perkembangan kehidupan psikis janin tersebut dapat juga dibuktikan dengan adanya hubungan yang sedemikian erat antara kegembiraan maupun penderitaan batin ibu dengan bayi yang dikandungnya.
            Kebahagiaan,ketenangan, kecerdasan, kelincahan dan keluwesan yang ditunjukkan tika sedang mengandung seringkali tercermin pada bayinya kelak setelah lahir dan dewasa. Sebaliknya kesedihan, kesombongan, kedurhakaan  dan semacamnya; tak urung akan diwarisi pula sifat itu oleh anak.
Dalam hal yang sama, perkembangan kehidupan psikis anak juga diwarnai oleh kecenderungna, sifat-sifat dan kebiasaan ayahnya, malah kakek-nenek atau keturunan lebih atas lagi. Ini harus dipahami,[12]bahwa kejadian seorang anak adalah perpaduan nutfah kedua orang tuanya, sehingga wajarlah bila terjadi pewarisan, baik profil fisik maupun kecenderungan psikisnya.
b. Perkembangan Agama
Perkembangan  agama seseorang baru mulai nyata dan menonjol ketika yang bersangkutan telah menginjak usia dewasa atau aqil balig.Tetapi sesungguhnya akar naluri beragama bagi setiap individu itu menancap sejak sebelum kelahiran.
            Dikatakan sebagai makhluk beragama, karena secara naluri, manusia pada hakekatnya selalu mengakui adanya Tuhan Yang Maha Kuasa.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Masa Prenatal[13]yaitu:
1.) Makanan
2.) Penyakit/ Kesehatan ibu
3.)alcohol
4.) Tembakau
5.) Pengalaman-pengalaman emosional ibu
6.) Gizi ibu
7.) Pemakaian bahan-bahan kimia oleh ibu
Ada dua faktor dominan yang mempengaruhi proses perkembangan pada masa prenatal, yaitu
1.)faktor pembawaan (heredity) yang merupakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan.
2.) faktor waktu (time) yang merupakan saat-saat tibanya masa peka atau kematangan (maturation).
Para ahli psikologi perkembangan yang membahas mengenai perkembangan manusia selalu mengkaitkan istilah nature dan nurture.Dimana setiap perkembangan manusia dipengaruhi oleh interaksi dari kedua hal tersebut.
Konsep nature muncul dipengaruhi oleh aliran filsafat barat yang dikemukakan oleh Jean Jacquess Rousseau Ia menyatakan bahwa faktor-faktor alamiah mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Istilah nature mengandung pengertian faktor-faktor alamiah yang berhubungan dengan aspek bio-fisiologis terutama keturunan, genetis dan herediter.Perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sifat-sifat, maupun kepribadian yang dimiliki oleh orang tua akan diturunkan melalui unsur gen kepada anak-anaknya.[14] Bukan hanya yang bersifat fisiologis seperti: berat badan, tinggi badan , warna kulit, rambut, jenis penyakit, akan tetapi juga karakteritik psikologis yang menyangkut tipe, kepribadian, kecerdasan, bakat, kreativitas, dan lain-lain.
Sedangkan konsep nurture dipengaruhi oleh aliran filsafat empirisme yang dikemukakan oleh Jhon Locke. Melalui teori tabula rasa, Locke mengatakan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan suci, bagaikan kertas putih yang masih bersih, ia percaya bahwa baik dan buruknya perkem            bangan hidup manusaia tidak dilepaskan  dari pengaruh lingkungannya.
Konsep nurture merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan lingkungan eksternal, seperti: pola asuh, pendidikan, sosial budaya, media masa, status sosial ekonomi, agama, dan sebagainya. Seorang individu akan berkembang menjadi orang dewasa yang baik, mandiri, cerdas, dan bertanggung jawab, apabila ia berada dalam lingkungan hidup yang mendukung perkembangan tersebut. Lingkungan hidup yang buruk akan menyebabkan individu berkembang menjadi seorang pribadi yang tidak baik, bodoh, jahat, dan sebagainya.
c. Genetis
Pertumbuhan setiap indivividu sudah terprogam sejak masa konsepsi yang dipengaruhi oleh faktor genetis. Perubahan panjang, tinggi, berat badan bayi akan terjadi secara otomatis karena pengaruh genetika (keturunan). Faktor keturunan lebih menekankan pada aspek biologis atau herediter yang dibawa melalui aliran darah dalam kromosom.Faktor genetis cenderung bersifat statis dan merupakan predisposisi untuk mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan seseorang.[15] Kalau sejak awal orang tua memiliki karakteristik fisiologis yang sehat, maka akan menurunkan generasi yang sehat pula. Sebaiknya bila orang tua tidak sehat, maka keturunanya pun akan mengalami gangguan atau penyimpangan secara fisik atau psikis
Para ahli Psikologi perkembangan  mengakui bahwa aspek fisik maupun psikis seorang individu sangat dipengaruhi oleh un     sur genetis, karakteristik tersebut akan nampak pada hal-hal sebagai berikut :
1.)   Sifat- sifat Fisik
Sifat-sifat fisik yang dapat diturankan secara genetis misalnya wajah, tangan, kaki atau bagian-bagian organ tubuh lainnya.Hal ini dapat terjadi pada anak tunggal maupun kembar. Bila orang tua memiliki suatu jenis penyakit tertentu seperti: tekanan darah tinggi, penyakit jantung, epilepsi, atau paru-paru,[16] kemungkinan besar anak-anak yang dilahirkan pun mempunyai resiko terserang penyakit yang sama.
2.)   Intelegensi
Kecerdasan yang dimilki orang tua akan dapat menurun pada anak-anaknya. Meskipun anak-anak tersebut diasuh oleh orang tuanya sendiri maupun oleh orang lain, sifat kecerdasan orang tua akan tetap menurun. Pandangan ini dipengaruhi oleh pemikiran filsuf naturalis dari Perancis, J.J. Rousseau yang mengatakan bahwa anak cerdas dihasilkan dari orang tua yang cerdas
3.)   Kepribadian
Kepribadian merupakan organisasi dinamis dari aspek fisiologis, kognitif maupun afektifyang membantu pola prilaku individu dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Sebagai organisasi yang dinamis, maka kepribadian akan mempengaruhi perubahan pola pemikiran, sikap, dan perilaku seseorang.
Selain dipengaruhi oleh faktor interaksi dengan lingkingan hidupnya, kepribadian dipengaruhi pula oleh faktor genetis yang dibawa sejak lahir.Dalam berbagai penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi perkembangan ditemukan bahwa baik kepribadian yang normal ataupun abnormal, pada dasarnya, diturunkan dari kedua orang tuanya.
Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat herediter. Timbulnya kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal.Haruslah diingat bahwa beberapa anak bertubuh kecil karena konstitusi genetiknya dan bukan karena gangguan endokrin atau gizi.Peranan genetik pada sifat perkembangan mental masih merupakan hal yang diperdebatkan.[17]Memang hereditas tidak dapat disangsikan lagi mempunyai peranan yang besar tapi pengaruh lingkungan terhadap organisme tersebut tidak dapat diabaikan.Pada saat sekarang para ahli psikologi anak berpendapat bahwa hereditas lebih banyak mempengaruhi inteligensi dibandingkan dengan lingkungan.
Sifat-sifat emosionil seperti perasaan takut, kemauan dan temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas, yaitu:
1.) Jenis kelamin pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar, kecepatan tumbuh, proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. Wanita menjadi dewasa lebih dini, yaitu mulai adolesensi pada umur 10 tahun, pria mulai pada umur 12 tahun.
2.) Ras atau bangsa. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai tendensi lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih.Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Italia.
3.)Keluarga tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek anggota keluarga lainnya tinggi.
4.) Umur kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus, masa bayi dan masa adolesensi.
d. Lingkungan
Lingkungan memiliki peran yang besar bagi perubahan yang positif atau negatif pada individu. Lingkungan yang baik tentu akan membawa pengaruh positif bagi individu, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan cenderung memperburuk perkembangan individu.
Seorang psikolog ekologis, Urie Brofenbrenner (dalam Papalia, Olds & Feldman, 2004) menyatakan bahwa lingkungan tersebut bersifat stratifikasi yakni berlapis-lapis dari yang terdekat sampai yang terjauh.Pengaruh lingkungan menjadi lebih kuat pada periode sensitif.[18]Masing-masing pertumbuhan system organ atau anggota tubuh memiliki periode sensitif yang rentan terhadap pengaruh lingkungan.
Berbagai faktor eksternal tidak hanya dapat menyebabkan keguguran, namun juga urnaan dari bayi yang dikandung.Penelitian ilmiah menunjukan bahwa faktor eksternal atau lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan pra kelahiran dan juga proses kelahiran.Agen eksternal yang dapat mempengaruhi ini disebut dengan teratogen. Teratogen adalah segala virus, obat-obatan, zat kimia, radiasi, atau agenlingkungan lain yang dapat membahayakan perkembangan embrio atau janin hingga menyebabkan kerusakan fisik, kebutaan, kerusakan otak, dan bahkan kematian. Selain teratogen, kondisi emosional ibu, asupan gizi dan usia ibu juga dapat mempengaruhi kehamilan.
Karena itu, para ahli psikologis maupun medis berusaha keras untuk mengatasi dan membantu perawatan pada wanita hamil. Hal ini pun tak lepas dari peran dan tanggung jawab dari calon ayah dan calon ibu untuk bekerja sama menjaga kualitas pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat secara fisiologis maupun psikologis.
e. Interaksionisme antara Genetis dan Lingkungan
Untuk mencari titik temu perbedaan yang mencolok dari dua pandangan diatas, maka para ahli kemudian memadukan keduanya, sehingga terjadilah interaksi. Perpaduan antara faktor genetis dan faktor lingkungan menyatakan bahwa perkembangan seseorang tidak akan maksimal kalau hanya mengadalkan salah satu faktor saja. Karena itu, keduanya harus digabungkan untuk mengupayakan maksimalisasi perkembangan seseorang.[19]Faktor genetis harus ditopang dengan faktor lingkungan dan faktor lingkungan harus memperoleh dukungan faktor genetis, sehingga memungkinkan perkembangan yang baik dan normal baik fisiologis maupun psikologis.
          4. Bahaya Selama Periode Pralahir
a.    Bahaya Fisik
                   1.)    Ketidakteraturan perkembangan
Ketidakteraturan perkembangan ini menurut studi ilmiah membenarkan dua kesimpulan penting.Pertama, mungkin disebabkan oleh gen yang rusak, kemungkinan juga disebabkan oleh gangguan lingkungan dalam rahim.Kedua ,mungkin disebabkan oleh gangguan lingkungan yang terjadi bersamaan ketika pembentukan organ tertentu.
Beberapa di antara gangguan lingkungan yang umum dan paling serius adalah kekurangan gizi yang berat dan lama pada ibu yang dapat menimbulkan defisiensi moral atau abnormalitas fisik. Gangguan endoktrin(menyebabkan gangguan tubuh disertai kecerdasan di bawah normal), alkoholisme kronis, ibu perokok, penggunaan obat yang berlebihan, penyakit merusak berat dan lama, diabetes, tbc, dan lain-lain.
                   2.)    Keguguran
Jika ovum yang dibuahi rusak, kemungkinannya adalah keguguran atau kematian saat lahir. Jika ovum yang dibuahi normal , tetapi lingkungan tempat ia berkembang tidaknormal maka keguguran biasanya terjadi pada saat berlangsungnya periode menstruasi ibu yang normal.

              3.)    Kelahiran kembar
Selama periode pralahir, mereka harus berbagi ruangan yang dirancang untuk bayi tunggal.Akibatnya mereka tidak dapat melakukan gerakan pada bagian tubuh yang penting untuk perkembangan janin yang normal. Akibatnya, mereka  biasanya lebih kecil dan lemah daripada anak yang lahir tunggal.
b.   Bahaya Psikologis
                   1.)    Keyakinan tradisional mengenai pengaruh pralahir
Pengaruh keyakinan ini terdapat pada sikap dan perlakuan yang  diterima anak selama tahun awal pembentukan hidup mereka dari orang yang berarti yang menganut keyakinan tersebut .
              2.)    Stres ibu
            Stres seorang ibu,perasaan tidak mampu melakukan tugas ibu dengan berhasil atau mimpi dan khayalan mempunyai anak cacat dapat mengakibatkan terganggunya fungsi normal sistim endoktrin ibu, dan hal ini akan sangat mempengaruhi perkembangan anak[1].
                   3.)    Sikap yang kurang menguntungkan dari orang yang berarti
   Sikap-sikap tersebut antara lain:
                         a).       Tidak menginginkan anak itu.
                         b).       Belum siap menerima anak.
                         c).       Tidak menginginkan anak kelahiran kembar.
d).       Keinginan kuat untuk melahirkan anak dengan jenis kelamin tertentu.
e).       Keinginan kuat untuk tipe anak tertentu.[20]
f).       Menginginkan aborsi.
g).       Memandang rendah anak (jika buah dari perkawinan yang tidak diinginkan).
                    c.Urgensi prenatal         
1.) Masa prenatal ini relatif  pendek,akan tetapi penting karena enam hal sebagai berikut:  
          a.)Segala sesuatu yang didapatkan dari warisan,yang menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya ditetapkan pada masa ini.
          b.) Keadaan-keadaan yang menguntungkan di dalam badan ibu dapat memelihara perkembangan dari potensi-potensi yang didapatkan dari warisan , sedangkan keadaan-keadaan yang kurang baik dapat menghambat ataupun merubah pola perkembangan yang akan datang.
          c.) Apabila dibandingkan dengan keadaan di dalam periode-periode perkembangan yang lain, dalam masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.
          d.) Sikap orang-orang yang berarti akan sangat mempengaruhi cara mereka menghadapi si kecil,[21] terutama dalam tahun-tahun pertama pembentukan dirinya. Yang hal ini merupakan impressi bagi anak dan dapat mempengaruhi perkembangan selanjutnya.
          e.) Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah dapat dipastikan pada saat pembuahan.
          f.) Periode prenatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikis.
b.Tahap-tahap Kelahiran
Studi fisiologis tentang kelahiran relative baru di bandingkan dengan studi medis. Studi psikologis tentang kelahiran lebih difokuskan pada bagaimana pengaruhnya, Terhadap perkembangan pasca lahir, dan sejumlah faktor lain yang mempengaruhi perkembangan sebelum dan sesudah lahir.
1.) Para ahli psikologi perkembangan membagi proses kelahiran dalam tiga tahap, Yaitu :
a.) Terjadi kontraksi peranakan yang berlangsung 15 hingga 20 menit pada permulaan dan berakhir hingga 1 menit
b.)Dimulai ketika kepala bayi bergerak melalui leher rahim dan saluran kelahiran.Tahap ini barakhir ketika bayi benar-benar keluar dari tubuh ibu. Tahap ini berlangsung kira-kira 1,5 jam.
c.) Setelah bayi lahir pada waktu ini ari-ari tali pusar dan selaput lain dilepaskan dan di buang. Tahap akhir inilah yang paling pentdek yang berlangsung hanya beberapa hanya beberapa menit saja.
2.) Pengaruh perkembangan terhadap pasca lahir
Studi fisiologis dan medis telah menunjkkan beberapa kondisi yang mnimbulkan pengaruh kelahiran terhadap perkembangan pasca lahir, Diantaranya adalah :
        a.) Jenis kelahiran
        b.) Pengobatan ibu
        c.) Lingkungan pra lahir
        d.) Jangka waktu periode kehamilan
        e.) Perawatan pasca lahir
        f.) Sikap orang tua

5. Faktor Yang Mempengaruhi Periode Pranatal.
Pengaruh prenatal pada tingkah laku sesudah dilahirkan mendapat banyak perhatian para ahli psikologi perkembangan, banyak pula pendapat dan dugaan mengenai masalah tersebut, namun belum ada data yang eksak mengenai hal tersebut.[22]
Dalam periode prenatal dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:
a.       Faktor Penyakit Kehamilan
Penyakit dan infeksi ibu dapat mengakibatkan cacat pada keturunannya dengan melintasi penghalang plasenta, atau mereka dapat menyebabkan kerusakan pada saat kelahiran.[23]
Faktor ini juga termasuk penurunan genetika.Apabila garis keturunannya memiliki genetik sebagai penderita penyakit diabetes, maka dia sendiri memiliki resiko unutk memiliki penyakit diabetes.Dan juga penyakit lainnya seperti HIV/AIDS.Bukan hanya penyakit, dia sendiri juga pasti mewarisi gen dari orang tuanya seperti rambut keriting/lurus, kulit putih/gelap, mata coklat/biru, dsb.
b.      Faktor Lingkungan
Lingkungan dapat mempengaruihi kondisi kehamilan. Al-Quran menyatakan bahwa faktor eksternal merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses kehamilan. Hal ini terlihat dari ayat yang menceritakan gugurnya seluruh kandungan dalam Rahim ibu, karena kegoncangan yang dahsyat yang dialami pada hari kiamat, yang merupakan faktor eksternal. Dalam ayat berikut dinyatakan:[24]
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُم بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ ﴿٢﴾
“Pada Hari Kamu melihat goncangan itu, lalailah semua perempuan yang menyusui anaknya, dan gugurlah kandungan segala perempuan yang hamil, dan kamu lihat seluruh manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangatlah kerasnya.” (Q.S Al-Hajj: 2)
Dengan demikian Al-Quran telah memperlihatkan kondisi eksternal dapat mempengaruhi kondisi kehamilan.
Lebih lanjut, Al-Quran  juga menyatakan bahwa ada hukum sebab akibat atau ukuran yang menentukan kesempurnaan dan ketidaksempirnaan kandungnan ibu. Dalam Al-Quran dinyatakan:[25]
اللّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَى وَمَا تَغِيضُ الأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِندَهُ بِمِقْدَارٍ ﴿٨﴾ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ ﴿٩﴾
“Allah mengetahui apa yang dikandung setiap perempuan, dan kandungan Rahim yang kuran sempurna dan bertambah.Dan segala sesuatu pada sisi-Nya dan ukurannya.Yang mengetahui segala yang ghaib dan yang tampak, Yang Maa Besar Lagi Maha Tinggi.” (Q.S Al-Ra’d: 8-9)
Berbagai faktor eksternal tidak hanya dapat mendatangkan keguguran, namun juga ketidaksempurnaan dari bayi yang dikandung Ibu.
Penelitian ilmiah menunujukkan faktor eksternal atau lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan pra kelahiran dan proses kelahiran, meskipun pada saat ini sekitar 95% nayi lahir normal. Agen eksternal yang dapat mempengaruhi ini disebut dengan teratogen.Teratogen adalah segala jenis virus, obat-obatan zat kimia, radiasi, atau agen lingkungan lainnya yang dapat membahayakan perkembangan embrio atau fetus hingga menyebabkan kerusakan fisik, retarddasi pertumbuhan yang parah, kebutaaan, kerusakan otak, dan bahkan kematian.[26]
c.       Kondisi Ibu
Kondisi emosional ibu, asupan gizi inu dan usia ibu dapat mempengaruhi kehamilan. Ibu yang mengalami stress emosional yang parah, seperti pemukulan oleh suami, tekanan keluarga, dan lain-lain, sering kali memiliki resiko komplikasi kehamilan yang lebih besar. Jika ibu kurang memiliki asupan gizi dari yang seharusnya, terutama pada trimester yang ketiga, dia dapat melahirkan bayi yang memiliki ketahanan fisik yang rendah.Makanan suplemen yang baik dapat membantu mengurangi cacat pada bayi.
C.PENUTUP
1. Kesimpulan
1)      Periode prenatal atau masa sebelum lahir adalah periode awal perkembangan manusia yang di mulai sejak konsepsi, Yakni ketika ovum wanita dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan waktu kelahiran seorang individu
2)      perkembangan masa prenatal dibagi menjadi 3 yaitu: Periode Germinal, Periode Embrionis, Periode fetal,
3)      Secara psikologis, permulaan perkembangan dimulai pada waktu anak yang belum dilahirkan tersebut bereaksi terhadap rangsangan dari luar  Hal ini dapat ditunjukkan bahwa janin yang ada dalam kandungan pada sekitar bulan ketiga atau keempat setelah ditiupkan ruh_telah dapat mengadakan reaksi, mengadakan tingkah laku spontan atau tingkah laku berulang seperti menghisap ibu jari, getaran atau tendangan-tendangan yang kuat.
4)      Perkembangan kehidupan psikis janin tersebut dapat juga dibuktikan dengan adanya hubungan yang sedemikian erat antara kegembiraan maupun penderitaan batin ibu dengan bayi yang dikandungnya.
5)      bahaya yang biasanya terjadi ketika masa prenatal:Ketidakteraturan perkembangan,keguguran,Kelahiran kembar,Keyakinan tradisional mengenai pengaruh pralahir,stress ibu,Sikap yang kurang menguntungkan dari orang yang berarti.
6)      faktor yang mempengaruhi perkembanagn prenatal yaitu: Faktor Penyakit Kehamilan, Faktor Lingkungan, Kondisi Ibu.


DAFTAR RUJUKAN
Aliah B. Purwakania Hasan.2006.Psikologi Perkembangan Islam.Jakarta: Raja Grafindo Prasada
Dariyo, A. (2007). Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama. Jakarta: Refika Aditama.
Dr.kartini kartono.2007.psikologi anak (psikologi perkembanagan).Bandung,Cv mandar maju
Drs.H.Baharuddin M,pd.i.2010.pendidikan dan psikologi perkembangan,Jogjakarta.Ar-Ruzz media
Gunarsa, S.D. (1990). Dasar Teori Perkembangan Anak. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
John W. Santrock.2011.Masa Perkembangan Anak.Jakarta: Salemba Humanika.
Kusmaedi, N.dkk. (2008). Modul Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik. Bandung: UPI Press.
Makmur, A.S. (2007). Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Monks, Knoers, A.M.P & Rahayu, S.R. (1992). Psikologi Perkembangan: Pengantar Dengan Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Prof. Dr. F.J Monks, Prof. Dr. A.M.P Knoers & Prof. Dr. Siti Rahayu Haditono.2002.Psikologi Perkembangan.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Suryo.(1990). Genetika Manusia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.




[1]Dr.kartini kartono.2007.psikologi anak (psikologi perkembanagan).Bandung,Cv mandar maju..hal 62
[2]Suryo.(1990). Genetika Manusia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.hal 13

[3]Drs.H.Baharuddin M,pd.i.2010.pendidikan dan psikologi perkembangan,Jogjakarta.Ar-Ruzz media.hal 86
[4]Ibid.hlm 89
[5]Prof. Dr. F.J Monks, Prof. Dr. A.M.P Knoers & Prof. Dr. Siti Rahayu Haditono.2002.Psikologi Perkembangan.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.hal 49
[6]Drs. Agus sujanto.1996.psikologi perkembanagan.Pt asdi mahasatya.hal 33

[7]Gunarsa, S.D. (1990). Dasar Teori Perkembangan Anak. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

[8]Kusmaedi, N.dkk. (2008).Modul Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik. Bandung: UPI Press.hal56

[9].Suryo.(1990). Genetika Manusia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.hal 36
[10]Ibid hlm.37
[11] Makmur, A.S. (2007). Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.hlm 77
[12] Ibid hlm 67
[13]Prof. Dr. F.J Monks, Prof. Dr. A.M.P Knoers & Prof. Dr. Siti Rahayu Haditono.2002.Psikologi Perkembangan.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.hal 50

[14]Kusmaedi, N.dkk. (2008). Modul Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik. Bandung: UPI Press.hlm 39
Makmur, A.S. (2007). Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.hlm 64

[15] Op.cit hlm 67
[16]John W. Santrock.2011.Masa Perkembangan Anak.Jakarta: Salemba Humanika. Hlm.28

[17]ibid.hlm 62
[18] Op.cit hlm 68
[19].ibid hlm 75
[20] Ibid.hlm 38
[21]Monks, Knoers, A.M.P & Rahayu, S.R. (1992).Psikologi Perkembangan: Pengantar Dengan Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.hlm 53

[22] Prof. Dr. F.J Monks, Prof. Dr. A.M.P Knoers & Prof. Dr. Siti Rahayu Haditono.2002.Psikologi Perkembangan.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal: 49
[23] John W. Santrock.2011.Masa Perkembangan Anak.Jakarta: Salemba Humanika. Hal: 140
[24] Aliah B. Purwakania Hasan.2006.Psikologi Perkembangan Islam.Jakarta: Raja Grafindo Prasada. Hal: 91
[25] Ibid.
[26] Ibid.

Entri Populer