PERIODE LANJUT USIA (60- Wafat/mati)



PERIODE LANJUT USIA (60- Wafat/mati)

A.       PENDAHULUAN
1.        Latar Belakang
Menurut psikologi perkembangan rentang hidup, pembahasan mengenai perkembangan manusia tidaklah hanya terbatas perubahan perkembangan anak-anak dan remaja saja, melainkan hingga manusia wafat. Dikarenakan perkembangan adalah proses kebersinambungan mulai dari manusia lahir hingga dia wafat. Selama hidupnya, manusia mengalami perubahan-perubahan badaniah yang mempengaruhi sikap, proses kognitif dan perilaku individu. Hal ini mengasumsikan bahwa sepanjang hidupnya manusia harus bisa mengatasi perubahan permasalahan dalam hidupnya sendiri.
Dari berbagai budaya yang ada di dunia sangatlah bervariasi untuk menentukan kapan seseorang dapat dikatakan dewasa secara formal. Sebagian kebudayaan kuno mengatakan bahwa seseorang dapat dikatakan telah dewasa apabila dia sudah mngalami pubertas. Kebudayaan Amerika mengatakan bahwa seseoang telah dewasa apabila usianya telah mencapai 21 tahun. Sementara di Indonesia dikatakan bahwa seseorang telah dewasa apabila ia telah menikah walaupun usianya belum genap 21 tahun.
Terlepas dai masalah tersebut di atas, psikologi perkembangan telah menetapkan kapan seseorang dapat dikatakan dewasa yaitu apabila ia telah mencapai usia 20 tahun. Dimana usia 20 tahun merupakan tahap dewasa awal, berlangsung hingga usia 40-45. Pertengahan dewasa beriksar antara 40-45 tahun hingga 60. Dan dewasa lanjut atau biasa disebut lanjut usia antara 60 tahun sampai meninggal dunia.
Dari permasalahan tersebut di atas, maka dalam makalah ini akan di bahas mengenai perkembangan yang terjadi pada masa lanjut usia yang meliputi penyesuaian diri terhadap perubahan fisik, perubahan kemampuan mental, dan perubahan minat.

2.      Rumusan Masalah
a.       Bagaimana penyesuaian diri seseorang pada periode lanjut usia terhadap perubahan fisiknya?
b.      Bagaimana perubahan mental seseorang pada periode lanjut usia?
c.       Bagaimana perubahan minat seseorang pada periode lanjut usia?

3.      Tujuan
a.       Mengetahui penyesuaian diri terhadap perubahan fisik pada tahap periode lanjut usia.
b.      Mengetahui perubahan mental pada periode lanjut usia.
c.       Mengetahui perubahan minat pada periode lanjut usia.

























B.       PEMBAHASAN
1.    Penyesuaian Diri Terhadap Perubahan Fisik
a.         Kesehatan Badan
Puncak dari kesehatan fisik seseorang adalah sekitar usia 18-25 tahun. Dimana individu memiliki gerak-gerak reflek yang cepat dan mereka memiliki kemampuan reproduktif yang tinggi. Ketika memasuki usia 25 tahun perubahan-perubahan fisik mulai terlihat, secara berangsur kekuatan fisik melemah dan mulai mudah terserang penyakit namun seseorang masih tetap bisa melakukan aktivitasnya dengan normal.
Bagi wanita, perubahan bilogis yang terjadi selama pertengahan masa dewasa adalah perubahan dalamhal kemampuan reproduktif yakni mulai mengalami menopause atau berhentinya menstruasi pada usia sekitar 50 tahun. Bagi laki-laki prosese penuaan tidak begitu kentara karena tidakada tanda-tanda fisiologis dari peningkatan usia seperti berhentinya haid pada perempuan. Laki-laki masih tetap mampu menjadi ayah bagi anak-anak sampai memasuki usia tua.[1]
Dari uraian diatas sangat terlihat perubahan perkembangan fisiologis antara wanita dan laki-laki ketika memasuki usia setengah baya hingga tua. Sehingga seorang wanita ketika memasuki usia setengah baya harus lebih mampu mempersiapkan diri dari pada seorang laki-laki karena wanita tidak mampu lagi bereproduksi atau mengalami menopause.
Ketika seseorang telah memasuki usia tua perubahan fisik yang terjadi sangat terlihat sebagai proses dari penuaan. Diantaranya adalah rambut beruban atau menjadi putih, kulit tubuh mengering dan keriput, konfigurasi wajah berubah, gigi berlubang dan hilang, tulang mulai keropos sehingga tidak mampu lagi melakukan kegiatan yang berat, tulang punggung menjadi bungkuk, dan lain sebagainya.[2] Penurunan fisik yang berangsur-angsur menurun ini jika tidak diseimbangkan dengan pola makan sehat akan menyebabkan seorang akan mudah terserang penyakit.
Hal tersebut sudah menjadi kodrat Illahi yang tidak bisa dielakkan. Karena pada hakikatnya setiap orang hidup mengalami pertumbuhan dan pada puncak usia tua atau ketika mendekati kematian hal-hal tersebut di atas akan di alami setiap orang.

b.        Perkembangan Sensori
Perkembangan indera sensori fisik yang melibatkan indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba mengalami perubahan yang sangat menonjol ketika seseorang mulai memasuki usia tua. Namun biasanya sensivitas tehadap pendengaran lebih cepat menurun laki-laki di banding perempuan hal ini disebabkan karena factor jenis kelamin dimana laki-laki lebih sering bekerja di tempat gaduh bermesin.
Sebagai contoh perubahan penglihatan yang terjadi pada masa tua adalah berkurangnya ketajaman penglihatan dan melambatnya  adaptasi terhadap perubahan cahaya. Hal ini disebabkan karena biji mata menyusut dan lensa mata menjadi kurang jernih, sehingga jumlah cahaya yang diterima oleh retina menjadi berkurang.[3] Seperti yang kita ketahui ketika seseorang mulai memasuki usia tua, penglihatannya semakin berkurang. Demikian juga dengan pendengaran, ketika seseorang mulai measuki usia 65 tahun indera pendengarannya kurang berfungsi atau bahkan tuli. Hal tersebut disebabkan karena kemundururan selaput telinga. Kepekaan terhadap rasa dan bau juga berkurang seiring berkurangnya usia seseorang. Dari perkembangan sensori juga sangat terlihat signifikan perubahan dari usia dewasa ke tua.

c.         Perkembangan Otak
Saat usia seseorang mulai memasuki usia dewasa awal sel otak juga berangsur berkurang. Tetapi perkembangbiakan koneksi neural, terlebih bagi orang yang masih aktif mengganti sel-sel yang hilang. Pada usia tua, sejumlah neuron unit-unit sel dasar dari system saraf itu menghilang. Hilangnya sejumlah sel otak orang dewasa disebabkan karena  diantaranya pukulan kecil,tumor, terlalu banyak minum beralkohol. Semua itu dapat menyebabkan kepikunan (senility). Bahkan juga dapat mentebabkan penyakit yang lebih menakutkan lagi, yaitu Alzheimer yang dapat merusak kecerdasan pikiran.[4]
Dari contoh kasus di atas dapat kita lihat bahwa penyakit yang diderita seseorang ketika memasuki usia tua adalah factor dari kebiasaannya saat muda. Oleh sebab itu, hal-hal tersebut bisa kita minimalisir dengan membiasakan pola hidup sehat ketika muda.
Ketika seseorang yang telah memasuki usia tua diberikan sebuah tes kecil berupa lajur yang yang terdiri dari tujuh angka atau huruf dibaca dengan kecepatan satu angka atau satu huruf per detik dan subyek  diminta dengan segera mengulangnya, subyek yang tua yang dapat mengulangnya dengan benar. Apabila kita mengulangi tipe tes seperti ini dan kemudian subjek diminta melakukan beberapa tugas yang tidak berkaitan, misalnya membacakan alfabert dari belakang dan kemudian sesudah beberapa detik mereka diminta untuk mengulang dari depan lagi, maka orang tua akan memiliki penampilan yang jauh lebih buruk dari pada pemuda. Ingatan jangka pendek (short-term memory) adalah suatu proses penyimpanan informasi di otak yang sangat cepat dan dapat dipanggil kembali hanya dengan beberapa detik. Sesudah periode yang singkat ini, apabila informasi tidak di ulang atau dilatih maka informasi akan segera terlupakan.[5]
Sangat terlihat kesignifikanan otak orang yang mulai tumbuh tua dengan pemuda terlihat dari contoh kasus di atas, maka dari itu orang yang memasuki usia tua lebih baik jikalau mempersiapkan dirinya secara lebih matang agar dia nantinya tidak telalu berat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan nyata yang dialaminya pada saat tua. Jika mempersiapkan dirinya untuk menghadapi masa tua, kemungkinan penyesuaian diri terhadap perkembangan berikutnya tidak terlalu signifikan, misalnya apabila otak selalu digunakan berfikir maka sel-sel neuron yang hilang akan tergantikan dengan yang baru.

2.      Perubahan Mental
Seperti yang telah kita bahas di atas, bahwa masa tua adalah kelanjutan dari masa dewasa akhir dimana problem mental yang sering muncul pada orang yang sudah yaitu rasa kesepian dan kesendirian. Pada kebanyakan orang yang melewatkan masa mudanya dengan kesibukan pekerjaanyang sekaligus merupakan pegangan hidup dan menjaikan ketenangan dalam dirinya rasa sepi saat menjelang tua menjadikan beban tersendiri dalam hidupnya.
Berhubungan dengan masalah pekerjaan bagi seseorang yang memasuki usia tua, merupakan daerah lain yang menuntut persiapan sejak masa dewasa, khususnya setengah baya. Beberapa persoalan yang dihadapi oleh setengah baya akhir atau masa tua karena tidak lagi bekerja meliuti karena hambatan-hambatan pisis, rasa kesepian, kurangnya kontak soaial, rasa jemu dan lesu kerja tidak aktif.[6] Bertepatan dengan hal itu anak-anak mulai menikah dan meninggalkan rumah. Badan mulai melemah dan tidakmemungkinkan untuk bepergian jauh. Sebagai akibatnya semangat menurun, mudah dihinggapi penyakit dan akan mengalami kemunduran-kemunduran mental.[7]
     Sebenarnya masalah-masalah diatas dapat diantisipasi sejak seseorang berusia muda. Misalnya mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan pengganti seperti mengerjakan hobi atau berkreasi dengan begitu diharapkan ketika menyongsong usia tua dan pensiun masih ada kegiatan yang mengisi waktu luangnya.
     Perubahan-perubahan peranan juga terjadi dan menimbulkan persoalan tersendiri mengikuti masuknya seseorang dalam masa tua. Terhadap hal ini terdapat beberapa pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang perubahan-perubahan pisis dan psikologis yang akan terjadi, dan juga untuk mengetahui kapan terjadinya hal-hal itu sehingga mereka dapat menghadapi dengan menyesuaikan dengan perubahan tadi; memberikan pengetahuan dan ketrampilan-ktramoilan bary sebagai dasar untukmewujudkan pekerjaan, pelayanan-pelayanan sukarela, dan perwujudan kreativitas; pendidikan untuk dapat menikamati seni, untuk mewujudakan negara yang intelegen, dan menyadarkan tetang adanya kemunduran kemampuan mental yang semakin melemah; Mmeperkokoh mereka untuk mengatasi stereotype mengenai usia yang menua dan menggantinya dengan konsep-konsep yang konstruktf dengan sikap-sikap sosialyang menguntungkan atau menyenagkan. Dan pendidikn untuk meningkatkan pengetahuan-pengetahuan khusus yang telah mereka peroleh sehingga hal itu dapat didayagunakan bersama-sama dengan orang lain.[8]
Dengan pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh yang termasuk dalam lingkupp program pendidikan seperti di atas, maka dapatlah diharapkan seseorang dapat mengarahkan diri dalam menghadapi masa tuanya kelak.




3.        Perubahan Minat
Beberapa perubahan minat yang dialami oleh usia lanjut yakni:
a.         Minat Dalam Diri Sendiri
Seseorang yang memasuki usia tua sangat berorientasi egonya (egocentric) dan  pada dirinya dimana mereka lebih banyak berpikir tentang dirinya daripada orang lain, dan kurang memperhatikan keingininan dah kehendak orang lain..

b.        Minat Terhadap Pakaian
Minat terhadap pakaian tergantung pada sejauh mana seorang usia lanjut terlibat dalam kegiatan social, dan beberapa dari usia lanjut masih terus memakai gaya dan model yang biasa mereka  pakai pada usia muda.

c.           Minat Terhadap Uang
Minat terhadap uang selama usia tua semakin berkurang.seorang yang memasuki usia tua tidak lagi berorientasi pada apa yang mereka ingin beli dan membayar symbol status seperti mobil atau rumah yang biasa dilakukan pada awal tahun kehidupan. Yang mereka pikirkan yaitu bagaimana mereka dapat tinggal dan bagaimana mereka tidak tergantung pada saudaranya atau tidak tergantung bantuan.

d.        Minat Terhadap Keagamaan
Biasanya seseorang yang memasuki usia tua menjadi lebih tertarik terhadap kegiatan keagamaan karena merupakan titik perhatian baru atau karena hari kematiannya semakin dekat.

e.           Minat Terhadap Kematian
Bagi sebagian orang yang memasuki usia lanjut,minat terhadap dunia semakin berkurang dan lebih cenderung minat terhadap akhirat.




C.       KESIMPULAN
Seseorang yang memasuki usia lanjut mengalami beberapa perubahan dalam dirinya, diantaranya yaitu :
a.       Perubahan fisik yang meliputi; kesehatan badan, perkembangan sesnsori dan perkembangan otak dimana bisa dijaga atau diminimalisir agar perubahan yang terjadi tidak terlalu siginikan kektika seorang mulai menjaganya dari awal atau dari usia mudanya.
b.      Perubahan mental yang meliputi rasa kesepian dan kesendirian dikarenakan factor lanjut usia telah pensiun dan atau mulai ditinggal oleh anak-anaknya.
c.       Perubahan minat yang meliputi: minat terhadap diri sendiri,minat terhadap penampilan, minat terhadap pakaian, minat terhadap uang, minat terhadap uang, minat terhadap agama, minat terhadap keagamaan dan minat terhadap kematian.



















DAFTAR PUSTAKA

Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan. PT Remaja Rosdakarya: Bandung.
Elizabeth, B. Hurlock. 1980. Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang
Kehidupan. Jakarta: Airlangga
F.J, Monks &Knors (Terj.Siti Rahayu Haditono). 2002. Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: GadjahMada  Press.
Heyes, Malcolm Hardy  Steve. 1985. Pengantar Psikologi: edisi kedua. PT Gelora Aksara Utama: Semarang
John W, Santrock. 1995. Life Span Development. Erlangga: Jakarta
Mappiare, Andy. 1983.. Psikologi Orang Dewas.  Usaha Ofset Printing: Surabaya.
Sarwono, W. Sarlito. 2010. Pengantar Psikologi Umum. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.



[1] Desmita, Psikologi Perkembangan: kesehatan Badan. Hal.235
[2] Ibid. Perkembangan Sensori. Hal.236
[3] Ibid hal.236
[4] Ibid Perkembangan Otak Hal.237
[5] Malcolm Hardy Steve Eyes. Pengantar Psikologi. Hal.183
[6] Andi Mappiare. Psikologi Orang Dewasa: hal.241
[7] Sarlito W.Sarwono.Pengantar Psikologi umum. Hal.81
[8] Andi Mappiare. Psikologi Orang Dewasa. Hal.242

Entri Populer